|
Adalah majalah khusus pria. Iklan di dalamnya kini juga menyajikan krim untuk kulit wajah yang dapat mengalahkan kerut. Sebuah pelembab anti aging khusus pria yang memberikan kadar air, mengencangkan, dan mengurangi garis-garis halus. Pun iklan di televisi. Sehabis berenang, pria dianjurkan memakai lotion pelembab tubuh agar lebih tampan dan dilirik gadis-gadis berpakaian renang. Ada yang bagus dan yang buruk tentang ini. Produk-produk konsumerisme telah membidik pasar yang lebih luas. Bukan cuma perempuan yang sekarang harus menggosok muka dengan krim pelembab sebelum tidur. Laki-laki dan perempuan sekarang sudah memiliki musuh bersama: kulit kering dan garis-garis halus. Mereka bahkan sudah menciptakan nama: woman-oriented man. Laki-laki yang memiliki orientasi seperti perempuan. Melalui serangkaian iklan yang lebih gencar lagi, kita akan segera menyepakati bagaimana seharusnya laki-laki berdandan. Tak ada yang banci, sebab prettyboy hanyalah satu alternatif penampilan. Dunia telah juga menciptakan satu ikon menarik bagi lelaki pesolek. Namanya David Beckham dan kata kuncinya adalah metroseksual. Sekarang laki-laki sah untuk mengecat kuku, pergi ke spa, creambath, manicure, pedicure, dan anti makanan berminyak. Menganut metroseksualisme berarti juga memiliki kemapanan, kepedulian pada kebersihan pribadi, dan kesetiaan pada keluarga. Beberapa tahun lalu di Surabaya, digelar kontes pemilihan pria metroseksual. Panitia memilih beberapa lelaki super kaya sebagai finalis. Yang menarik, seorang finalisnya mengaku, hanya mandi satu kali dalam sehari. Ia tak memiliki kebiasaan berdandan berlama-lama untuk tampil lebih ganteng. Saya curiga, panitia kontes belum bisa membedakan pria metroseksual dengan pria yang semata mampu menjadi metroseksual. Sebab, terkadang kita meniru dan luput memahami esensi. Finalis yang saya sebutkan tadi, akhirnya tidak menang. Ia memang bukan pesolek dan tidak setia pada keluarga. KAWAN saya patut resah. Ia merasa ada sebuah budaya yang dibangun di sini. Sesuatu yang dirancang untuk mendorong kita mengonsumsi. Sebuah teori telah ditemukan, sehingga mimpi indah bisa diciptakan dan kekhawatiran bisa ditumbuhkan untuk mendorong lebih banyak orang berbelanja. Ilmu mengenai manipulasi tingkah laku ini telah diujikan sejak lama. Seorang psikolog kondang di zamannya, John B. Watson meyakini, manusia bisa dilatih untuk menjadi apa pun sesuai keinginan pelatihnya. Ia menyangkal, manusia memiliki sifat bawaan. Eksperimennya yang paling terkenal dilakukan pada tahun 1920. Ia mencobanya pada seorang bayi lucu bernama Albert. Bayi berumur 11 bulan ini memiliki ketakutan terhadap suara-suara keras. Watson memperlihatkan kepada Albert sesuatu yang tidak ditakutinya–seekor tikus putih. Selagi Albert melihat tikus itu, Watson di belakang Albert, memperdengarkan suara-suara keras dengan memukul-mukulkan palu ke batang baja. Albert menangis. Ia mengondisikan ketakutannya pada tikus putih. Kemudian, rasa takutnya menjalar pada benda-benda serupa, seperti kelinci, mantel berbulu, dan janggut putih sinterklas. Sampai sekarang, tak ada yang tahu bagaimana Albert membawa kengerian itu hingga dewasa. Ia tidak disembuhkan oleh Watson. Watson menghentikan percobaannya tak lama setelah itu, dan tak lagi bisa menjumpai Albert. Ia terpaksa meninggalkan karier akademiknya karena terlibat perselingkuhan dengan asistennya. Setahun kemudian, 1921, Watson terjun ke dunia periklanan. Sejak itulah teori psikologi menyusup ke dalam iklan. Watson yang sepenuhnya percaya tingkah laku manusia bisa dibentuk, menerapkan behaviorisme dalam pekerjaannya. Ia membuat konsumen tidak puas dengan apa yang mereka miliki, sehingga mereka selalu membutuhkan produk-produk baru. DAN kita adalah Albert, yang telah dibentuk kelakuannya. Kawan saya yang– dengan sedikit rasa bersalah–terkadang menikmati perempuan yang dieksploitasi untuk menjual produk, telah sadar. Siapa pun, termasuk dirinya, bisa menjadi obyek berikutnya. Saya tahu, ia jeri pada rayuan iklan. Tapi tak ada terapi reversi di sini. Jika ia terbujuk, seperti juga Albert, ia harus belajar menyembuhkan diri sendiri. |
| -tikabanget- March 21, 2008 11:13 AM PDT ya ampun. aku komen sampe 4 kali. | ||
| -tikabanget- March 21, 2008 11:01 AM PDT wew.. asik nih. brarti sbenernya kita bisa mengendalikan tingkah laku orang laen kalo menguasai konsep si Watson.. | ||
| benci selingkuh December 17, 2007 08:47 AM PST Orang yang selingkuh, apalagi orang yang menggoda seorang pria baik-baik yang sedang berjuang memberikan kebahagiaan bagi istri dan dua orang anaknya, adalah kriminal. Orang yang selingkuh harus sadar itu, karena kini sepertinya perselingkuhan sudah menjadi gaya hidup dan berasa keren,hebat. APa gunanya intelektualitas tinggi, karir hebat, idealisme tinggi, tapi dia tidak punya harga diri, moralitas rendah dan tega menyakiti sesama seorang perempuan disana. Setidaknya dia jahat pada dua orang anak yang ayahnya sedang tergoda. Hell with father, tapi anak?? mereka tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Seorang anak membutuhkan kehadiran ayah dan ibunya, jadi jangan goda ayahnya yang mungkin sedang penat dengan perjuangannya berumahtangga.Berumah tangga itu berat, jadi jangan ditambah lg dengan godaan-godaan semu hedon dan egoisme. Disini yang saya suka heran, kenapa orang yang cerdas, pintar, suka sangat payah dalam harga diri, dan moralitas. Padahal orang yang intelek mestinya menggunakan akalnya untuk memahami arti batasan moral, arti berempati, arti menghargai komitmen, menghargai pernikahan, dll dll... pernikahan itu tidak hanya antar manusia, tp manusia dan tuhan, jd jangan rendahkan diri bermain-main dengan itu. kenapa saya bilang, orang yg selingkuh tidak punya harga diri? karena dia tidak ubahnya seperti pencuri, dan orang yang mencuri, adalah orang yg harga dirinya rendah, kalau harga dirinya tinggi, dia tidak akan mencuri sesuatu yang berharga who not belongs to her. stop ur affair, we love him cause he is so so nice guy, but hell with u, i dont know u, but as a women, respect urself, believe me so many good guy outthere, the important thing, u should appreciate and respect urself, then a good guy will come to u... believe me, it happens... so leave him, pleaseeee | ||
| stania December 16, 2007 09:11 PM PST Selingkuh sih terserah elo, Wat.. tapi kalau sudah gangguin pria beranak dua itu yang keterlaluan... It really shows how low you are. | ||
| ega December 10, 2007 11:40 AM PST hai wati, cuman mampir di blogmu yang bagus ini. Dan apakah kamu pernah tinggal di Surabaya sebelumnya? great writing! www.byotenega.com | ||
| byg December 9, 2007 01:44 AM PST mampir ah.duh.berat banget tulisannya. | ||
| Abel September 5, 2007 05:54 PM PDT Dear Dria, ini blog terbaik yang pernah saya baca. I like the way u see things...really like it. Anda suka membuat orang terperangah dengan pendapat anda, itu yang saya suka. | ||
| Namoyepai August 20, 2007 03:07 PM PDT haloo selamta kenal saya suka atas informasi anda maka saya gabung denganmu. saya orang black melanesia segera harap balas yaa amoye_papuans@gmail.com | ||
| Bangaiptop July 6, 2007 10:07 PM PDT Mbaca tulisan ini, saya baru tau, kalo David Beckham setia sama keluarga. Bahkan dapet pengertian baru, definisi metrosexual segala.. muantab suratab deh. Huehehe... Ternyata apa yang saya dengar dan saya baca selama ini... salah toh. Hehehe | ||
| Endah June 26, 2007 10:40 AM PDT Hai hai hai.. ini ngomongin apa yah? lieur euy... | ||
| -tikabanget- June 21, 2007 01:54 AM PDT hoho.. konsumerisme ini bener bener bahaya laten ya.. | ||
| Putra Daerah June 18, 2007 12:00 AM PDT Tulisan anda bagus sekali. Mohon saya yang sama sekali nggak paham jurnalistik ini dibantu. Supaya saya pandai menulis seperti sampeyan. Terima kasih sudah berkenan mampir ke blog saya, dan terus kritiklah saya, setidaknya itu bisa membuat saya kaya akan kritik, maklum saja soalnya selama ini saya miskin ilmu, pun banda. | ||
| saltwarehouse May 17, 2007 07:46 PM PDT Saya tahu anda senang saya mampir lagi ke sini, karena cuma komen saya yang menarik perhatian anda. Yang pertama... Tentu tidak ada yang salah dengan kolom Ripley's. Apalagi buat mereka yang ingin tahu BATAS ALAM & MANUSIA...(YEAH RIGHT!). Saya cuma berpendapat bahwa topik-topik tulisan anda yang belakangan jauh lebih menarik. Itu saja. Yang kedua... Walaupun topik "Selingkuh dan Kapitalisme" lebih menarik daripada "Kecoak dan Kanibalisme" namun dalam tulisan ini, menurut saya, ada kesenjangan antara judul dan isinya. Biar saya jelaskan... Jika saya harus menulis artikel berjudul "Selingkuh dan Kapitalisme", saya mungkin akan berteori... misalnya...Bahwa dalam sebuah lingkungan kapitalis, pada setiap individu dewasa, laki-laki maupun perempuan, faktor modal berbanding lurus dengan potensi selingkuh. Maksudnya semakin kuat kemampuan finansial seseorang, semakin terbuka peluang dirinya untuk berselingkuh. Mengapa demikian... dst... dst... (ini sekedar contoh) Hal-hal semacam itulah yang terpikirkan ketika membaca judul "Selingkuh dan Kapitalisme". Tulisan anda seperti keluar dari rel, atau bisa jadi karena memang belum selesai. Kalau memang anda ingin tetap mempertahankan isinya, sepertinya judulnya yang perlu diganti. Hey... Lagi-lagi ini cuma pendapat saya. Anda berhak sepenuhnya untuk TAK TERGANGGU. Yang ketiga... Anda bilang foto profil itu dipasang untuk saya?... Whoa... Jadi itu semacam "personal ad" rupanya?... Sayangnya, saya cuma tertarik dengan perempuan kaya. Coba anda cantumkan DAFTAR KEKAYAAN anda di profil tersebut, juga alamat email dan nomor anda. Jika saya rasa anda cukup berduit, maka ada kemungkinan kita bisa ngobrol lebih jauh. Saya akan abaikan kenyataan bahwa anda seorang perempuan yang LAPUK, GALAK, dan SINIS. Bagaimana?... | ||
| empunya blog May 10, 2007 10:09 PM PDT hello saltwarehouse! senang sekali anda mampir lagi ke sini. komen anda tetap menarik. yang pertama, saya tidak tahu apa yg salah dengan kolom ripley's believe it or not. mengutip kata seorang penggemarnya: ripley's believe it or not membuat kita tahu batas alam dan manusia. jadi, saya tak terganggu kalo tulisan saya dibilang mirip. yang kedua, saya memang tidak bermaksud membahas tren konsumerisme pria. namun, ada sedikit hubungan subtil antara selingkuh dan kapitalisme. don't you think? yang ketiga, foto profil dipasang untuk anda. salam hangat! | ||
| saltwarehouse April 15, 2007 02:16 PM PDT Dalam tulisan ini anda menjelaskan bagaimana konsumerisme yang dulu hanya dominasi wanita kini telah merambah kaum pria. Namun tidak seperti judul tulisan anda "Selingkuh dan Kapitalisme", anda sama sekali tidak mengulas kaitan perselingkuhan dengan tren konsumerisme ala pria metroseksual. Jadi gimana?.. But anyway..., tema tulisan anda sekarang jauh lebih baik dari yang dulu. Saya tidak lagi seperti membaca kolom "Ripley's Believe It or Not". Menarik sekali anda menyebut diri anda perempuan lapuk yang galak dan sinis. Yang saya tidak mengerti... bagaimana profil berfoto anda bisa membuat hal ini menjadi tidak terlalu ketara??.. | ||
| stania March 27, 2007 11:46 PM PDT Oh, ternyata behaviorismenya Watson memang terinspirasi dari eksperimennya Pavlov :p | ||
| empunya blog March 27, 2007 06:29 PM PDT andai saja iklan selalu berakhir "salah"... halu, stania! | ||
| stania March 26, 2007 10:05 PM PDT Hai Wati. Di Biologi ada yang namanya eksperimen Pavlov. Saat memberi makan utk anjing-anjingnya, Pavlov selalu membunyikan metronom. Kelamaan, saat metronom dibunyikan tanpa ada makanan pun anjing2 Pavlov tetap mengeluarkan air liur. Eksperimen ini merupakan contoh bagaimana sistem refleks dapat dimanipulasi oleh rangsang eksternal. Bunyi yang dilakukan Watson terhadap Albert pun merupakan pengkondisian seperti yang dilakukan Pavlov terhadap anjingnya. Tapi refleks terkondisi ini akan memudar bila rangsangannya ternyata terlalu sering "salah". Kalau metronom dibunyikan tanpa ada makanan, lama-kelamaan anjing tidak lagi mengeluarkan liur. So, mungkin kalau temen lo itu sudah jeri, maka pengkondisian iklan2 itu juga tidak akan efektif lagi… “When you stop wanting, there is no more agony” (Jalaluddin Rumi) | ||
| Leave a Comment: |